The sea faring Barringtonia asiatica

>>The sea faring Barringtonia asiatica

Barringtonia asiatica (Lecythidaceae) or locally known as putat laut is a common species along sea shores. The fruits are buoyant, hence its widespread distribution on many islands and shores. The species can attain up to 30m tall, often with multi branches. The wood is used in construction work and also to make canoes. Traditionally, putat is used for medicinal purposes where the young leaves of Barringtonia asiatica and Morinda citrifolia (mengkudu) are squeezed into water and drunk to relieve stomach-ache. Fresh leaves are heated and applied on fresh cuts and in chronic infected skin conditions. The shoots of putat laut are eaten by deers and they are also edible to people after some preparation to get rid of the latex. The fruits are also known to be eaten but the dried seed however, is considered highly poisonous and can cause death. The fruit, bark and mostly pounded fresh seeds of putat can be used as fish poison.  The conservation status of this species is Least Concern. This species flowers and fruits throughout the year. The tree can be seen at Kg. Jawa and near the parking lot of Building D4.

The pretty colours of putat laut flower.

The pretty colours of putat laut flower.

Putat laut fruit. Dried putat seeds can be lethal if eaten.

Putat laut fruit. Dried putat seeds can be lethal if eaten.

The perfumed powder puff like flowers of Putat laut.

The perfumed powder puff like flowers of Putat laut.

The putat tree is taller than the 4 storey D4 building.

The putat tree is taller than the 4 storey D4 building.

Fallen putat leaves, flowers and fruits.

Fallen putat leaves, flowers and fruits.

Putat fruits in various stages.

Putat fruits in various stages.

*Pictures by Norsham, Wan Nafizul, Azahari and Noor Azlin


Updated on 4 Januari 2013. Weekly temperature was 24° to 32°C. Article by Naimah C.L., Azahari M. Y. and Wan Nafizul W. M.

Barringtonia asiatica (famili Lecythidaceae) atau nama tempatannya putat laut merupakan spesies pantai.  Buahnya yang boleh terapung menyebabkannya senang tersebar ke pulau-pulau dan juga pantai.  Spesies ini boleh mencapai ketinggian sehingga 30 m dan selalunya mempunyai dahan bercabang.  Kayunya digunakan dalam kerja pembinaan dan pembuatan kanu.  Dalam perubatan tradisi, daun muda Barringtonia asiatica dan Morinda citrifolia (mengkudu) diramas-ramas di dalam air dan diminum untuk menyembuhkan sakit perut.  Daun segar dilayur dan diletak pada luka atau kulit yang berkudis bagi mempercepatkan penyembuhan. Pucuk putat dimakan oleh rusa dan biasa juga dijadikan ulam oleh manusia. Biji benih putat yang kering sangat beracun dan boleh menyebabkan kematian. Buah, batang dan biji benih putat yang ditumbuk halus juga boleh digunakan untuk menuba ikan. Status pemuliharaan spesies ini ialah Kurang Terancam.  Spesies ini berbunga dan berbuah pada sepanjang tahun.  Pokok ini boleh dilihat di Kg Jawa dan berhampiran tempat letak kereta Bangunan D4.

The pretty colours of putat laut flower.

Warna-warna bunga putat laut yang cantik.

Putat laut fruit. Dried putat seeds can be lethal if eaten.

Buah putat laut. Biji putat yang telah kering sangat beracun.

The perfumed powder puff like flowers of Putat laut.

Bunga putat laut seperti berus bedak dan berbau harum.

The putat tree is taller than the 4 storey D4 building.

Pokok putat yang lebih tinggi daripada tingkat 4 bangunan D4.

Fallen putat leaves, flowers and fruits.

Daun, bunga dan buah putat yang gugur.

Putat fruits in various stages.

Buah putat dalam berbagai peringkat.

*Foto oleh Norsham, Wan Nafizul, Azahari and Noor Azlin






Dikemaskini pada 4 Januari 2013. Suhu mingguan diantara 24° ke 32°C. Artikel Naimah C.L., Azahari M.Y. and Wan Nafizul W.M.

2014-04-25T12:40:36+00:00
Font Resize
Contrast